KONSEP PERILAKU ABNORMAL BERDASARKAN
PERSPEKTIF TEORI
Teori Psikoanalisa
Teori pertama yang akan dibahas adalah Teori psikoanalisa.
Teori psikoanalisa menganggap bahwa tingkah laku abnormal disebabkan oleh
faktor-faktor intrapsikis yaitu konflik tak sadar, represi dan mekanisme
defensif yang mengganggu penyesuaian diri. Menurut Freud, esensi pribadi
seseorang bukan terletak pada apa yang ia tampilkan secara sadar, melainkan apa
yang tersembunyi dalam ketidaksadarannya.
Aspek-aspek
kepribadian yang menjadi perhatian dari para tokoh adalah id, ego,
superego oleh Freud. Id merupakan sistem kepribadian yang asli, dibawa sejak
lahir. Berisi insting, impuls dan drives. Id beroperasi dalam daerah
unconscious dan berdasarkan prinsip kenikmatan (pleasure principle) yaitu berusaha memperoleh kenikmatan dan
menghindari rasa sakit. Ego berkembang dari Id agar orang mampu untuk menangani
realita, beroperasi mengikuti prinsip realita (reality principle) dan sebagian besar berada di kesadaran dan
sebagian kecil berada di daerah prasadar dan daerah tak sadar. Superego adalah
kekuatan moral dan etik dari kepribadian yang memakai prinsip idealistik (idealistic principle). Superego beroperasi
di tiga daerah kesadaran dan mempunyai dua subprinsip yaitu consciense dan ego ideal.
Selain aspek-aspek kepribadian, tahap-tahap perkembangan psikoseksual juga harus diperhatikan. Tahap-tahap tersebut meliputi :
Fase oral (usia 0;0 – 1;0)
Pada fase oral mulut merupakan daerah pokok aktivitas dinamik atau daerah kepuasan seksual. Tahap ini secara khusus ditandai berkembangnya perasaan ketergantungan, perasaan ini muncul pada setiap orang dan dapat muncul kapan saja ketika merasa cemas dan tidak aman.
Fase anal (usia 1;0 – 2/3;0)
Pada fase anal dubur merupakan daerah pokok aktivitas dinamik dan di dalam fase ini terdapat latihan defakasi (toilet training). Dampak toilet training terhadap kepribadian di masa depan tergantung dari sikap dan metode orang tua yang melatih.
Fase falis (phallic) (usia 2/3;0 – 5/6;0)
Pada fase falis alat kelamin merupakan daerah erogen terpenting. Perkembangan yang terpenting adalah timbulnya oedipus complex dan castration anxiety pada laki-laki dan penis envy pada perempuan.
Fase laten (latency) (usia 5/6;0 – 12/13;0)
Pada fase ini anak usia 5 atau 6 tahun sampai remaja mengalami periode implus seksual. Pada fase ini anak-anak mengembangkan kemampuan sublimasi.
Fase genital (usia 12/13;0 – dewasa)
Fase genital dimulai dengan perubahan biokimia dan
fisiologi dalam remaja. Fase ini berlanjut sampai orang tutup usia, di mana
puncak perkembangan seksual dicapai ketika orang dewasa mengalami kemasakan
kepribadian.
Setelah membahas aspek-aspek kepribadian dan tahap perkembangan psikoseksual, marilah kita mengenal apa itu mekanisme pertahanan. Mekanisme pertahanan adalah strategi yang dipakai individu untuk bertahan melawan ekspresi impuls id serta menentang tekanan superego. Beberapa mekanisme pertahanan yang dideskripsikan Freud yaitu identifikasi, pemindahan/reaksi yang terdiri dari sublimasi, subtitusi, kompensasi. Dan yang ketiga yaitu represi.
Referensi teori psikoanalisa :
Suprapti Slamet I.S. Sumarmo Markam.2003.Pengantar
Psikologi Klinis. Jakarta : UI-Press.
Alwisol.2019.Psikologi Kepribadian Edisi Revisi. Malang
: UMM Press.
Teori Humanistik
Teori kedua yang akan dibahas adalah Teori Humanistik.
Ada dua tokoh yang akan dibahas di teori humanistik yaitu Carl Rogers dan Maslow.
Menurut Rogers manusia pada dasarnya baik, Rogers memiliki beberapa prinsip
seperti berikut :
v Setiap individu itu unik
v Motif utama untuk maju adalah aktualisasi diri
v Individu memiliki tujuan yang sudah ditentukan
Menurut rogers tidak semua orang bisa menjadi pribadi
yang sehat secara psikologis. Hal tersebut disebabkan oleh berbagai hal,
diantaranya :
v Kondisi berharga (positive regard) dan evaluasi
eksternal dapat mengarah pada kerapuhan, kecamasan, dan ancaman
v Incongruency antara diri ideal, self concept, dan self
organismik
v Pertahanan diri
v Disorganisasi
Tokoh kedua dalam teori humanistik yang akan dibahas
adalah Maslow. Teori Maslow yang sangat terkenal yaitu teori hirarki kebutuhan,
dimana ada tingkatan kebutuhan yang harus dipenuhi yaitu :
1.
Physiological needs
2.
Safety needs
3.
Love needs /
belongingness
4.
Esteem needs
5.
Self acualizations
needs
Selain itu Maslow menyatakan bahwa pribadi yang normal dengan jiwa yang sehat ditandai dengan ri-ciri sebagai berikut : (Kartono, 2000)
Memiliki rasa aman yang tepat.
Memiliki penilaian diri dan wawasan yang rasional.
Memiliki spontanitas dan emosional yang tepat.
Memiliki kontak dengan realitas secara efisien.
Memiliki dorongan-dorongan dan nafsu-nafsu yang sehat.
Memiliki pengetahuan mengenai dirinya secara objektif.
Memiliki tujuan hidup yang adekuat, tujuan hidup yang realitistis yang didukung oleh potensi.
Mampu belajar dari pengalaman hidupnya.
Sanggup untuk memenuhi tuntutan-tuntutan kelompok.
Referensi teori humanistik :
Alwisol.2019.Psikologi Kepribadian Edisi Revisi.
Malang : UMM Press.
Kartono.2000
Teori Behavioristik
Teori ketiga yang akan dibahas adalah teori behavioristik.
Dalam teori behavioristik ini kita akan membahas mengenai teori Skinner. Menurut
Skinner tingkah laku abnormal berkembang dengan prinsip yang sama dengan perkembangan
tingkah laku normal. Karena itu menurutnya tingkah laku abnormal dapat diganti
dengan tingkah laku normal dengan cara sederhana yaitu memanipulasi lingkungan.
Skinner memiliki pendekatan orientasi belajar dengan
prinsip-prinsip kondisioning klasik, kondisioning operan, dan belajar sosial. Nah
apabila prinsip-prinsip belajar itu tidak dapat terselesaikan atau mengalami
kegagalan akan berdampak kepada perilaku yang abnormal. Apa saja itu bentuk
kegagalan dalam belajar ?
ü Kekurangan tingkah laku (behavior deficit)
ü Kesalahan penguatan
ü Kesalahan memahami stimulus
ü Merespon secara salah
Dapat disimpulkan bahwa tingkah laku abnormal harus
difahami melalui sejarah reinforsemen yang diterima seseorang. Tingkah laku
abnormal itu dapat diganti dengan cara sederhana, yakni dengan memanipulasi
reinforsemen lingkungan, mengikuti kondisioning operan dan kondisioning
responden.
Referensi teori behavioristik :
Suprapti Slamet I.S. Sumarmo Markam.2003.Pengantar
Psikologi Klinis. Jakarta : UI-Press.
Alwisol.2019.Psikologi Kepribadian Edisi Revisi.
Malang : UMM Press.
https://ahadarblog.files.wordpress.com/2016/09/behavioristik.jpg?w=215&h=230
Teori Kognitif
Teori terkahir yang akan dibahas adalah teori
kognitif. Pengertian kognitif sendiri adalah kemampuan berpikir yang melibatkan
pengetahuan yang berfokus penalaran dan pemecahan masalah. Pendekatan kognitif
memusatkan perhatiaannya tentang bagaimana manusia (bahkan hewan sekalipun)
melakukan strukturisasi terhadap pengalaman, bagaimana mereka membuat suatu
sense terhadap pengalaman-pengalaman tersebut kemudian mentransformasi
stimulus-stimulus lingkungan menjadi informasi yang siap digunakan. Didalamnya
terdapat juga tentang bagaimana seharusnya proses-proses mental seperti
pikiran, persepsi, ingatan, perhatian, pemecahan masalah dan penggunaan bahasa
dipelajari untuk memahami suatu perilaku.
referensi gambar :
https://www.dictio.id/uploads/db3342/original/2X/3/3c070fcf3b4a693b9859d3ddae7562a09f1e9b3e.jpg
Tidak ada komentar:
Posting Komentar