TEORI PSIKOLOGI KESEHATAN
& PATOLOGI
Halo semuanya, kembali
lagi kepada review materi psikologi klinis. Kali ini kita akan belajar mengenai
apa itu psikologi kesehatan dan patologi.
Dasar dari pemikiran
psikologi kesehatan adalah adanya hubungan antara pikiran manusia (mind) dan tubuhnya. Latar belakang sejarah dari psikologi klinis sendiri sudah dikenal
dengan nama Medical Psychology, dan
sekarang selalu dikaitkan dengan Behavioral
Medicine.
Dalam teori psikologi kesehatan
dan patologi kita akan belajar :
1. Definisi
2. Psikosomatik dan psikologi kesehatan
3. Hubungan antara pikiran dan perilaku
4. Kepribadian, perilaku dan kesehatan
5. Intervensi dan pencegahan dalam perspektif psikologi kesehatan
Ayo, mari kita bahas
satu persatu....
Yang pertama yaitu definisi,
menurut Matarazzo (dalam Phares,1992) definisi Behavioral Medicine adalah suatu lapangan multidisplin penelitian ilmiah,
pendidikan, dan praktik, yang berkaitan dengan kesehatan penyakit dan disfungsi
faali yang terkait. Psikologi kesehatan memberikan sumbangan pada peningkatan
promosi kesehatan, dan pencegahan serta penyembuhan penyakit. Dari definisi
tersebut dapat kita simpulkan bahwa psikologi kesehatan berfokus kepada hal-hal
berkaitan yang berkaitan kepada kesehatan penyakit dan peningkatan kesadaran
bahwa kesehatan sangatlah penting baik secara fisik maupun mental.
Setelah membahas definisi
kita akan membahas psikomatik dan psikologi kesehatan.
Psikosomatis adalah bidang yang membahas hubungan antara pikiran (mind) dan
perilaku. Menurut pendekatan psikosomatis, gangguan psikologis yang spesifik
akan menimbulkan penyakit yang spesifik pula. Contohnya, gangguan emosi seperti
menekan rasa sedih dan keinginan menangis, dapat muncul sebagai gejala asma. Contoh
lain seperti kemarahan yang tertahan muncul dalam tekanan darah tinggi. Dalam pendekatan
Behavioral Medicine dan psikologi
kesehatan, tidak saja keadaan psikologi spesifik yang mempengaruhi tubuh dan
penyakit, namun semua fungsi psikososial, misalnya kebiasaan makan yang kurang
baik, merokok, gaya hidup stress. Jadi dapat disimpulkan bahwa kesehatan mental
dapat berpengaruh pula kepada kesehatan fisik, dan gangguan psikologis yang
spesifik tidak hanya berpengaruh kepada penyakit yang spesifik tetapi dapat
berpengaruh kepada semua fungsi psikososial.
Yuk pindah ke
pembahasan yang ketiga mengenai hubungan antara
pikiran dan perilaku. Hubungan antara pikiran, perilaku dan penyakit
ada yang secara langsung dan tidak langsung. Contohnya hubungan secara langsung
ialah pikiran tentang suatu stimulus psikososial dapat mencetuskan suatu
respons psikofisiologis yaitu memikirkan kejadian traumatik yang menyebabkan
jantung berdebar, terlalu stress mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Contoh hubungan
tak langsung antara lain kebiasaan dan gaya hidup seseorang seperti contoh tersebut
diatas. Jadi antara yang kita pikirkan akan menimbulkan perilaku tertentu
yang dapat menyebabkan penyakit baik secara lansung maupun tidak langsung.
Pembahasan yang keempat
adalah kepribadian,
perilaku dan kesehatan. Selain hubungan langsung dan tak langsung, terdapat
pula kaitan antara faktor-faktor kepribadian dengan penyakit dan perilaku tak
sehat. Kadang kepribadian merupakan akibat dari suatu penyakit. Contohnya, seorang
yang selalu menunda pekerjaan sehingga akhirnya harus selalu begadang. Variabel
biologi kepribadian, seperti tempramen juga menentukan perilaku, dan dapat
secara langsung berdampak pada sistem faali. Misalnya, tempramen pemarah
mempengaruhi fungsi jantung. Dari penjelasan diatas kita dapat mengetahui
bahwa tidak ada perilaku atau gaya hidup saja yang dapat mempengaruhi kesehatan
seseorang tapi kepribadian juga dapat menjadi pengaruh suatu penyakit.
Nah sekarang saatnya kita akan membahas intervensi dan pencegahan dalam perspektif psikologi kesehatan. Pengertian intervensi sendiri secara umum adalah upaya untuk mengubah perilaku, pikiran atau perasaan seseorang. untuk keperluan pencegahan dan promosi kesehatan perlu dilakukan teknik-teknik diantara lain : kondisioning responden, extinction, relaksasi, kondisioning operan, biofeedback, strategi kognitif, metode pengelolaan diri (self management). Dalam pencegahan dapat dilakukan upaya mengurangi perilaku yang mengandung risiko menimbulkan penyakit dan upaya mengikuti dan mempertahankan perawatan dan pengobatan agar penyakit tidak kambuh atau menjadi makin parah, merupakan tujuan dari kegiatan pencegahan. Contohnya, makan makanan sehat seperti 4 sehat 5 sempurna, latihan fisik seperti olahraga, mengurangi stres seperti rekreasi, liburan. Oleh karena itu, kita harus selalu menyuarakan pentingnya kesehatan baik secara fisik dan mental dan juga kita harus melakukan berbagai kegiatan untuk mempertahankan kesehatan fisik dan mental.
Sekian review materi
hari ini, kiranya dapat bermanfaat dan membantu, terimakasih 😊
Referensi :
Suprapti Slamet I.S. Sumarmo Markam.2003.Pengantar Psikologi Klinis. Jakarta : UI-Press.
Referensi gambar : https://alogaes.com/wp-content/uploads/2020/04/mental.jpg
Tidak ada komentar:
Posting Komentar