Rabu, 04 November 2020

TEORI PSIKOLOGI KESEHATAN & PATOLOGI

 

TEORI PSIKOLOGI KESEHATAN & PATOLOGI




Halo semuanya, kembali lagi kepada review materi psikologi klinis. Kali ini kita akan belajar mengenai apa itu psikologi kesehatan dan patologi.

Dasar dari pemikiran psikologi kesehatan adalah adanya hubungan antara pikiran manusia (mind) dan tubuhnya. Latar belakang sejarah  dari psikologi klinis sendiri sudah dikenal dengan nama Medical Psychology, dan sekarang selalu dikaitkan dengan Behavioral Medicine.

Dalam teori psikologi kesehatan dan patologi kita akan belajar :

1.    Definisi

2.    Psikosomatik dan psikologi kesehatan

3.    Hubungan antara pikiran dan perilaku

4.    Kepribadian, perilaku dan kesehatan

5.    Intervensi dan pencegahan dalam perspektif psikologi kesehatan


Ayo, mari kita bahas satu persatu....

Yang pertama yaitu definisi, menurut Matarazzo (dalam Phares,1992) definisi Behavioral Medicine adalah suatu lapangan multidisplin penelitian ilmiah, pendidikan, dan praktik, yang berkaitan dengan kesehatan penyakit dan disfungsi faali yang terkait. Psikologi kesehatan memberikan sumbangan pada peningkatan promosi kesehatan, dan pencegahan serta penyembuhan penyakit. Dari definisi tersebut dapat kita simpulkan bahwa psikologi kesehatan berfokus kepada hal-hal berkaitan yang berkaitan kepada kesehatan penyakit dan peningkatan kesadaran bahwa kesehatan sangatlah penting baik secara fisik maupun mental.

Setelah membahas definisi kita akan membahas psikomatik dan psikologi kesehatan. Psikosomatis adalah bidang yang membahas hubungan antara pikiran (mind) dan perilaku. Menurut pendekatan psikosomatis, gangguan psikologis yang spesifik akan menimbulkan penyakit yang spesifik pula. Contohnya, gangguan emosi seperti menekan rasa sedih dan keinginan menangis, dapat muncul sebagai gejala asma. Contoh lain seperti kemarahan yang tertahan muncul dalam tekanan darah tinggi. Dalam pendekatan Behavioral Medicine dan psikologi kesehatan, tidak saja keadaan psikologi spesifik yang mempengaruhi tubuh dan penyakit, namun semua fungsi psikososial, misalnya kebiasaan makan yang kurang baik, merokok, gaya hidup stress. Jadi dapat disimpulkan bahwa kesehatan mental dapat berpengaruh pula kepada kesehatan fisik, dan gangguan psikologis yang spesifik tidak hanya berpengaruh kepada penyakit yang spesifik tetapi dapat berpengaruh kepada semua fungsi psikososial.

Yuk pindah ke pembahasan yang ketiga mengenai hubungan antara pikiran dan perilaku. Hubungan antara pikiran, perilaku dan penyakit ada yang secara langsung dan tidak langsung. Contohnya hubungan secara langsung ialah pikiran tentang suatu stimulus psikososial dapat mencetuskan suatu respons psikofisiologis yaitu memikirkan kejadian traumatik yang menyebabkan jantung berdebar, terlalu stress mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Contoh hubungan tak langsung antara lain kebiasaan dan gaya hidup seseorang seperti contoh tersebut diatas. Jadi antara yang kita pikirkan akan menimbulkan perilaku tertentu yang dapat menyebabkan penyakit baik secara lansung maupun tidak langsung.

Pembahasan yang keempat adalah kepribadian, perilaku dan kesehatan. Selain hubungan langsung dan tak langsung, terdapat pula kaitan antara faktor-faktor kepribadian dengan penyakit dan perilaku tak sehat. Kadang kepribadian merupakan akibat dari suatu penyakit. Contohnya, seorang yang selalu menunda pekerjaan sehingga akhirnya harus selalu begadang. Variabel biologi kepribadian, seperti tempramen juga menentukan perilaku, dan dapat secara langsung berdampak pada sistem faali. Misalnya, tempramen pemarah mempengaruhi fungsi jantung. Dari penjelasan diatas kita dapat mengetahui bahwa tidak ada perilaku atau gaya hidup saja yang dapat mempengaruhi kesehatan seseorang tapi kepribadian juga dapat menjadi pengaruh suatu penyakit.

Nah sekarang saatnya kita akan membahas intervensi dan pencegahan dalam perspektif psikologi kesehatan. Pengertian intervensi sendiri secara umum adalah upaya untuk mengubah perilaku, pikiran atau perasaan seseorang. untuk keperluan pencegahan dan promosi kesehatan perlu dilakukan teknik-teknik diantara lain : kondisioning responden, extinction, relaksasi, kondisioning operan, biofeedback, strategi kognitif, metode pengelolaan diri (self management). Dalam pencegahan dapat dilakukan upaya mengurangi perilaku yang mengandung risiko menimbulkan penyakit dan upaya mengikuti dan mempertahankan perawatan dan pengobatan agar penyakit tidak kambuh atau menjadi makin parah, merupakan tujuan dari kegiatan pencegahan. Contohnya, makan makanan sehat seperti 4 sehat 5 sempurna, latihan fisik seperti olahraga, mengurangi stres seperti rekreasi, liburan. Oleh karena itu, kita harus selalu menyuarakan pentingnya kesehatan baik secara fisik dan mental dan juga kita harus melakukan berbagai kegiatan untuk mempertahankan kesehatan fisik dan mental.

 

 

Sekian review materi hari ini, kiranya dapat bermanfaat dan membantu, terimakasih 😊

 

Referensi :

Suprapti Slamet I.S. Sumarmo Markam.2003.Pengantar Psikologi Klinis. Jakarta : UI-Press.

Referensi gambar : https://alogaes.com/wp-content/uploads/2020/04/mental.jpg 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

REVIEW BEDAH FILM & KASUS TEMA PSIKOPATOLOGI LANSIA

  KELOMPOK 7 : PSIKOPATOLOGI LANSIA (DEMENSIA VESKULAR) Hai guys kali ini kita akan bahas tema terkahir nih, yaitu psikopatologi lansia. P...