ANAMNESIS & DIAGNOSIS MULTIAKSIAL
Hai teman-teman, mari kita bahas mengenai Paradigma Psikopatologi berdasarkan Psikodinamika.
Paradigma dalam kamus psikologi adalah satu model atau pola yang mendemonstrasikan semua fungsi yang mungkin ada dari apa yang tersaji.
psikopatologi adalah ilmu bidang psikologi yang mempelajari penyakit mental, tekanan mental dan perilaku maladaptif.
sedangkan psikodinamika adalah teori yang berusaha menjelaskan hakikat dan perkembangan kepribadian
Anamnesis adalah komunikasi aktif antara klien
dengan psikolog atau dokter yang meliputi :
1. Alasan berobat
2. Riwayat gangguan sekarang
3. Riwayat gangguan dahulu
4. Riwayat pengembangan diri
5. Latar belakang sosial, keluarga, pendidikan,
pekerjaan, perkawinan, dll.
Diagnosis multiaksial terdiri dari 5 aksis yaitu :
Aksis I : gangguan klien, kondisi lain yang
menjadikan fokus perhatian klinis.
Aksis II : gangguan kepribadian, retardasi mental
Aksis III : kondisi medik umum
Aksis IV : masalah psikososial dan lingkungan
Aksis V : penilaian fungsi secara global
Dengan catatan sebagai berikut :
Þ
Antara aksis I,
II, III tidak selalu harus ada hubungan etiologik atau patogenesis.
Þ
Hubungan antara
“aksis I-II-III” dan “aksis IV” dapat timbal-balik saling mempengaruhi.
Tujuan dari diagnosis multiaksial :
1. Mencakup informasi yang “komprehensif” (gangguan
jiwa, kondisi medik umum, masalah psikososial dan lingkungan, taraf fungsi
secara global), sehingga dapat membantu dalam :
•
Perencenaan
terapi
•
Meramalkan
“outcome” atau prognosis
2. Format yang “mudah” dan “sistematik”, sehingga dapat
membantu dalam :
•
Menata dan
meng-komunikasi-kan informasi klinis
•
Menangkap
kompleksitas situasi klinis
•
Menggambarkan
heterogenitas individual dengan diagnosis klinis yang sama
3. Memacu penggunaan “model bio-psiko-sosial” dalam
klinis, pendidikan, dan penelitian.
Referensi : Buku saku diagnosis gangguan jiwa
rujukan ringkas dari PPDGJ-III DSM-5 ICD-11.
https://www.youtube.com/watch?v=EaVntzfrXZI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar