KELOMPOK 1 :
PSIKOPATOLOGI ANAK (FILM SILENCED)
Pada kesempatan kali ini kita akan mereview mengenai
bedah film yang dilakukan oleh kelompok 1 yaitu film silenced film yang
menceritakan tentang pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur yang
notabenya adalah anak tuna rungu disebuah sekolah yang juga memiliki asrama,
pelecehan tersebut dilakukan oleh 3 orang yaitu, kepala sekolah, kepala
administrasi dan salah satu guru laki-laki. Anak-anak yang menjadi korban pelecehan
seksual tersebut adalah anak-anak yang bisa dikatakan kurang berada sehingga
mereka (pelaku) memperlakukan anak-anak tersebut dengan semena-mena. Tidak
hanya perempuan rupanya yang menjadi korban pelecehan seksual, tetapi juga
laki-laki, di film tersebut diceritakan salah satu korban yang bernama Minsoo
dan adiknya mereka adalah anak tuna rungu yang berjenis kelamin laki-laki dan
mendapatkan pelecehan seksual dari guru laki-lakinya, sampai ketika adik dari
Minsoo tersebut tidak dapat menahan rasa sakit akibat dari pelecehan tersebut
dan memutuskan untuk bunuh diri di rel kereta api, tentu saja hal itu sangat
memilukan bagi Minsoo. Lain halnya dengan dua korban yang lain, yaitu dua anak
perempuan Yeondoo dan Yoori. Mereka mendapat pelecehan seksual dari kepala
sekolah dan kepala administrasi, dan parahnya Yoori mendapatkan pelecehan dari
kelas 3 SD.
Dari kasus dalam film tersebut kita dapat mengetahui
bahwa pelecehan seksual tidak hanya hanya terjadi pada orang dewasa saja dan
perempuan, tetapi dapat terjadi pada anak-anak dan juga laki-laki. Tidak hanya
di korea, tetapi di negara manapun pasti hal tersebut marak terjadi dan sangat
memilukan apalagi terjadi pada anak-anak dibawah umur. Dari film tersebut dapat
kita lihat bahwa korban pelecehan seksual memiliki perilaku yang berbeda dari
teman-teman yang lain seperti menarik diri dari orang sekitar, selalu murung,
pendiam dan susah didekati oleh orang baru. Hal-hal tersebut merupakan dampak psikologis
dari korban pelecehan seksual. Pelecehan seksual bisa berdampak pada psikologis
dan fisik. Dampak fisik yaitu adanya kesakitan-kesakitan dibagian-bagian
tertentu terutama bagian reproduksi. Untuk mencegah pelecehan seksual pada
anak-anak baik bagi penyandang disabilitas dan tidak kita harus mengedukasikan
dengan baik, bagian mana saja tubuh ini yang boleh dipegang dan tidak,
bagiamana cara melindungi dirinya, bagaimana bisa bertahan saat ada orang-orang
yang akan berperilaku jahat terhadap dirinya. Bagi orang yang bekerja di sektor
pendidikan untuk lebih diperhatikan terutama kepada anak-anak supaya selalu
dalam pengawasan. Bagi para orang tua sebaiknya memberikan edukasi dan tidak
lupa untuk selalu anak dalam pengawasan. Sekian review bedah film silenced
ini,semoga untuk kedepannya tidak ada lagi korban-korban pelecehan seksual baik
anak-anak maupun ornag dewasa dan jangan lupa untuk selalu mengedukasikan dan
memberikan pengawasan kepada adik-adik kita supaya tidak terjadi hal yang buruk.
Terimakasih.....
KELOMPOK 2 : PSIKOPATOLOGI ANAK (CORONA DAN DILEMA GURU
MENGAJAR SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS)
Pembelajaran jarak jauh sulit dilakukan untuk anak
berkebutuhan khusus maupun yang tidak berkebutuhan khusus. Kesulitan untuk
pengajaran abk adalah guru harus memberikan instruksi secara berulang-ulang dan
tidak bisa bertemu secara langsung, ada juga kendala saat proses belajar
mengajar yaitu anak tidak fokus melihat guru lewat media elektronik, anak sulit
mengikuti instruksi dari guru, jaringan juga sering terputus-putus.
Pembelajaran yang sering diberikan saat daring adalah membenah
diri seperti mempraktikan makan, memakai pakaian, dsb. Pembelajaran akademik tidak
ditekankan karena terkait dengan kebutuhan khusus anak-anak dan pembelajaran
sosial tidak bisa dilakukan karena anak-anak tidak bisa bertemu teman-teman
secara langsung.
Untuk anak Autis yang agak parah lebih ditekankan ke
non akademik seperti mewarnai, berhitung satu sampai sepuluh sudah cukup baik. Peran
orangtua atau pendampingan orangtua sangat dibutuhkan dalam pembelajaran jarak
jauh supaya anak dapat lebih fokus dan bisa mengarahkan instruksi dari guru.
Sistem pembelajaran untuk anak autis saat normal atau
sebelum daring yaitu face to face, guru mendampingi satu sampai dua anak tetapi
jika anak tersebut memiliki kebutuhan yang lebih dikhususkan guru hanya
mendampingi satu anak saja. Untuk ujia-ujian seperti uts, uas, ujian nasional
disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak masing-masing. Cara menarik perhatian
anak Autis supaya fokus yaitu guru harus mengetahui atau mengenali momen atau
saat dimana anak tersebut benar-benar konsentrasi. Sekian review untuk bedah
kasus kelompok 2, terimakasih....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar