KELOMPOK 5 : PSIKOPATOLOGI DEWASA (DILEMA ADIKSI GANJA)
Dilema adiksi ganja diangkat dari kasus seorang artis
yang memakai salah satu narkoba yaitu ganja. Alasannya memakai ganja yaitu
untuk mengisi waktu luang ditengah pandemi ini dan mengatasi gangguan tidurnya.
Apa itu narkoba dan mengapa
ganja menjadi salah satu jenis narkoba ?
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan
berbahaya. Jikalau ditanya mengapa ganja termasuk narkoba, ganja termasuk dalam
undang-undang narkoba termasuk ke dalam narkoba karena memiliki kandungan yang
akan mempengaruhi kinerja otak dan membuat ketagihan. Ketika otak kita sudah
terpengaruh, obat-obat dan zat itu akan mempengaruhi perilaku, emosi dan cara
berpikir. Ganja termasuk kedalam narkoba golongan 1, golongan 2 biasanya
digunakan dalam dunia medis dan golongan 3 adalah yang zat paling rendah untuk
digunakan dalam kecanduan. Karakteristik dari ganja adalah memiliki zat kanabinoid
yang menimbulkan efek adiksi oleh karena itu ganja dimasukkan kedalam Narkoba.
Ganja bisa
digunakan untuk mengatasi kesulitan tidur ?
Penyebab orang mengkonsumsi ganja adalah kandungan dari
ganja sendiri yaitu kanabinoid yang juga memiliki efek relaksasi menenangkan. Membantu
lebih cepat tidur dan kualitas tidur yang baik.
Perilaku
dan ciri khusus pengguna ganja ? bagaimana itu ?
Penggunaan ganja tidak selalu karna coba-coba, ada
orang yang menggunakan narkoba karena adanya masalah-masalah psikologis ataupun
masalah lain dan peralihan dari rasa sakit mereka adalah narkoba.
Perilaku pengguna ganja yang khas adalah punya energi
yang tidak habis, tidak mudah lelah tetapi pada pengguna lain bisa jadi mudah
lelah dan mengantuk, jadi efek ganja berbeda-beda tergantung individu dan juga
dosis yang digunakan. Secara fisik Kulitnya kusam, tubuh yang kurus karena salah
satu efek ganja. Secara kognitif, apabila diajak bicara tidak nyambung tetapi
ada juga yang menjadi lebih kreatif, berbicara menggebu-gebu. Secara psikologis,
orang-orang pengguna narkoba adanya mood swing jadi mudah marah, adanya
kegelisahan, gejala depresi.
Jadi teman-teman narkoba itu tidak baik bagi tubuh kita
secara fisik maupun psikologis dan kognitif, alangkah baiknya kita yang
mengetahui bahaya terssebut dapat menghindari dan mengedukasikan kepada orang lain.
Hidup sehat dan jauh dari narkoba!
KELOMPOK 6 : PSIKOPATOLOGI DEWASA (FILM EVERYONE IS
THERE)
Hai guys kembali lagi kita akan mereview bedah film korea
yeayyy, tetapi kali ini bukan drama melainkan sebuah movie yang menceritakan tentang
seseorang yang memiliki kepribadian ganda. Menarik bukan ? ayo kita review
bedah filmnya.....
Sebelum membahas lebih jauh filmnya seperti apa, apakah
teman-teman tau DID (dissociative identity disorder) ?
Jadi DID adalah seseorang yang memiliki gangguan
kepribadian ganda/majemuk, satu orang bisa berperan dalam berbagai macam peran
atau ego alter.
Dalam film
tersebut tokoh utama memiliki beberapa kepribadian, mengapa demikian ?
Di dalam film tersebut mengisahkan beberapa peristiwa
yang dialami yang berakibat pada pembentukan kepribadian ganda tersebut. Salah satu
peristiwa yang membuat tokoh utama mengalami trauma yaitu perceraian kedua
orangtuanya. Ketika mengalami trauma terbentukah fiksasi yaitu peristiwa-peristiwa
yang mengendap yang ia ingat dan menimbulkan pesan yang kuat dan menghambat dalam
pengekspresian. Segala pengalaman tersebut direpress ke alam bawah sadar, hal
ini berupa kenangan yang sewaktu-waktu bisa muncul apabila ada peristiwa-peristiwa
yang sama. Dalam konsep psikoanalisis trauma menimbulkan fiksasi.
Bullying yang
dialami dapat menimbulkan DID ?
Ketika anak mengalami trauma, ketika masa kecil ia
berada di posisi yang tidak berani melakukan pemberontakan seperti patuh dan
menyerah. Hal tersebut merupakan bentukan ego yang berakibat terhadap sikap yang
pasif dan pendiam, tetapi pada saat yang sama ketika ia dalam posisi lemah ada
rasa amarah dan kebencian yang diperankan oleh orang lain dalam imajinasinya
yang agresif. Peran yang lain yaitu guru sebagai pemecah masalah terhadap konflik
yang dialami.
Orang yang
sering mendapatkan kekerasan fisik dan trauma dapat memiliki kepribadian ganda
?
Trauma memang menjadi penyebab utama DID, tetapi
penyebab trauma tidak selalu menjadikan DID.
Bagaimana
ya cara menangani orang yang terkena DID ?
Tidaklah mudah menangani hal tersebut, diambil contoh
dari film tersebut saat ia sudah keluar dari DID tetapi saat di airport ia
memakai sepatu kembarannya yang artinya sewaktu-waktu hal tersebut masih bisa
muncul. Tetapi secara teoretik bisa diubah, tetapi tetap saja tidak mudah
karena bisa jadi saat dihadapkan terapis peran yang ditampilkan bisa
berubah-ubah.
Sekian review bedah film kelompok 6 ya teman-teman
semoga bermanfaat 😊
Tidak ada komentar:
Posting Komentar