Minggu, 10 Januari 2021

REVIEW BEDAH FILM & KASUS TEMA PSIKOPATOLOGI LANSIA

 KELOMPOK 7 : PSIKOPATOLOGI LANSIA (DEMENSIA VESKULAR)

Hai guys kali ini kita akan bahas tema terkahir nih, yaitu psikopatologi lansia. Pada kelompok 7  ini akan membahas topik tentang demensia verskular. Apa si demensia veskular itu ? kalo orang awam bilangnya kepikunan, tapi pikun kok dibahas di psikologi ? nah ada pengertian yang lebih mendalam nih mengenai demensia, yuk bahas.....

Demensia adalah penurunan fungsi kognitif secara bertahap dan berdampak pada fungsi kehidupan sehari-hari seperti memori. Demensia ini berhubungan juga dengan biologis karena berkaitan dengan organ-organ otak, fungsi otak dan gangguan-gangguan yang menyerang otak.

Penyebab demensia apa ya ?

Paling banyak berkaitan penyebabnya secara biologis secara umum seperti alzheimer, gangguan di frontal otak, sub korteks dan gangguan demensia veskular. Keempat gangguan ini memiliki ciri khas berbeda.

Demensia banyak menyerang lansia, orang diatas 65 tahun. Lansia secara psikologis dibagi menjadi lansia awal, lansia madya, lansia akhir. Semakin usia tua seseorang akan semakin beresiko mengalami demensia. Orang yang mengalami demensia terganggu fungsi kognitifnya dan memori.

Demensia Veskular itu apa ya ? bahaya gak ?

Semua demensia adalah gangguan degeneratif, jadi semakin bertambahnya usia akan semakin bertambah keparahannya. Demensia antara individu satu dengan yang lain berbeda-beda dan tergantung dengan kondisi biologis masing-masing dan penanganannya. Penanganan Demensia dilakukan oleh dokter yaitu obat-obatan karena berkaitan dengan kondisi biologisnya.

Apa tidak bisa dilakukan penanganan psikologis ? tidak semua orang yang mengalami demensia bisa dilakukan penanganan secara psikologis, karena memiliki gangguan fungsi kognitif dan sulit untuk diajak terapi dan konseling mengenai kognitif.

Gejala demensia itu apa aja ya ?

1.        Demensia dia area frontal, biasanya gejala yang ditampakkan adalah menjadi orang yang apatis, tidak ingin terlibat dengan berbagai kegiatan sehari-hari yang menyenangkan, emosi yang naik turun dan suka meledak-ledak, suka menuduh orang lain.

2.       Demensia Sub Korteks, yang ditampakkan gejala dengan fungsi motorik, seperti kesulitan menggosok gigi.

3.       Demensia Veskular, adanya gangguan yang terkait dengan otak misalnya berkali-kali terserang stroke, mengalami kelumpuhan motorik dibagian tertentu.

4.      Demensia yang Kompleks, jadi gangguannya bervariasi antara ketiga jenis demensia diatas.

Pesan dari Moderator dan Narasumber : sayangilah dan rawatlah Ibu dan Ayah kalian, Kakek dan Nenek kalian sebaik mungkin 😊



KELOMPOK 8 : PSIKOPATOLOGI LANSIA (ALZHEIMER & BEDAH FILM STILL ALICE)

Wah gak kerasa ya ini udah review bedah filn & kasus terakhir nih, kalau kelompok 7 kemarin membahas mengenai demensia, kelompok 8 akan membahas mengenai alzheimer pada lansia sekaligus bedah film Still Alice yang menceritakan lansia yang terkena alzheimer. Wah seru banget ya teman-teman. Semoga bedah film & kasus yang terakhir ini menjadikan kita semakin menabung banyak ilmu, yang dimulai psikopatologi anak hingga lansia ini. Yuk mari kita bahas...........

Film Still Alice ini diangkat dari sebuah novel dengan judul yang sama yaitu Still Alice, film ini menceritakan tentang masalah lansia yang didiagnosa mengenai alzheimer dini. Nah apa si itu Alzheimer ? menyerang lansia ?

Lansia adalah sekumpulan atau sekelompok penduduk dengan usia 60 tahun. Pada individu dengan usia lebih dari 60 tahun secara fisiologis akan mengalami penurunan fungsi organ secara alami termasuk memori dan kemampuan kognitif, sering ditandai dengan lupa atau pikun. Pribadi ini menjadi lebih sensitif, mudah tersinggung, dan orang-orang disekitarnya terasa menjengkelkan. Mengingat psikopatologi lansia ini, semua tindakan yang dilakukan bukanlah kemauannya melainkan karena penyakit atau gangguan yang dideritanya.

Cara mengatasi kecemasan pada lansia gimana ya ? apa yang harus kita lakukan ?

Lebih menyayangi mereka, ketika mereka marah kita harus menegurnya dengan lembut, kita harus menemani mereka, mendengarkan cerita mereka walaupun perkataanya selalu berulang-ulang. Disaat mereka nyaman dengan kehadiran kita, mereka akan membuka diri dengan kita.

Alzheimer itu apa sih ?

Alzheimer adalah penyakit yang menyebabkan penurunan daya ingat, penurunan daya pikir dan bicaranya, kognitif. Dan biasanya didiagnosis pada orang lanjut usia. Penyakit alzheimer adalah penyakit yang dapat diturunkan secara genetik.

Bagaimana mencegah Alzheimer ?

1.       Olahraga teratur.

2.      Tetap bersosialisasi.

3.      Pola makan sehat Þ banyak mengonsumsi 4 sehat 5 sempurna.

4.  Dengan Stimulasi mental Þ tetap berusaha mengasah otak, berusaha melakukan aktivitas baru, membaca buku.

5.      Tidur yang cukup Þ 6-8 jam. Beta ameloid Þ protein untuk membentukan memori.

6.       Mengurangi stress Þ stress yang terjadi terus menerus dapat menimbulkan kerusakan di otak. Cara mengurangi stress Þ rekreasi, melakukan hobi.

Cara ngobatinnya gimana ?

Tujuannya untuk mengurangi gejala yang ada, meringankan gejala yang ada.

1.        Memberikan obat-obatan.

2.       Menciptakan lingkungan yang aman dan supportif.

3.       Olahraga Þ dengan olahraga dapat menimbulkan gairah baru.

4.      Nutrisi.

Faktor resiko dari Alzheimer ?

1.        Mereka yang berusia lebih dari 60 tahun.

2.       Genetik.

3.       Gaya hidup.

4.      Penyakit, contohnya Þ jantung, darah tinggi, diabetes.

Gejala-gejala Alzheimer apa aja ya ?

1.        Tahap awal penderita akan lupa (pelupa).

2.       Kesulitan bicara, merencanakan sesuatu, memutuskan sesuatu.

3.       Kerap merasa bingung

Tanda-tanda Alzheimer pada usia dibawah lansia ?

1.        Hilangnya ingatan singkat.

2.       Tidak bisa mengambil keputusan.

3.       Perubahan suasana hati yang tiba-tiba.

4.      Kesulitan mengenali angka dan uang.

5.       Lupa dengan kegiatan sehari-hari.

6.       Sering lupa meletakkan sesuatu.

7.       Sulit berkonsentrasi

8.       Mendadak tidak kenal waktu & tempat.

9.       Sering berjalan tanpa tujuan.

 

Menjaga kesehatan sangatlah penting dilakukan sejak kita masih muda, baik kesehatan fisik maupun psikis demi keseimbangan hidup kita ini. Terimakasih telah membaca blog review ini, kiranya bermanfaat dan membantu 😊





REVIEW BEDAH FILM & KASUS TEMA PSIKOPATOLOGI DEWASA

 KELOMPOK 5 : PSIKOPATOLOGI DEWASA (DILEMA ADIKSI GANJA)

Dilema adiksi ganja diangkat dari kasus seorang artis yang memakai salah satu narkoba yaitu ganja. Alasannya memakai ganja yaitu untuk mengisi waktu luang ditengah pandemi ini dan mengatasi gangguan tidurnya.

Apa itu narkoba dan mengapa ganja menjadi salah satu jenis narkoba ?

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan berbahaya. Jikalau ditanya mengapa ganja termasuk narkoba, ganja termasuk dalam undang-undang narkoba termasuk ke dalam narkoba karena memiliki kandungan yang akan mempengaruhi kinerja otak dan membuat ketagihan. Ketika otak kita sudah terpengaruh, obat-obat dan zat itu akan mempengaruhi perilaku, emosi dan cara berpikir. Ganja termasuk kedalam narkoba golongan 1, golongan 2 biasanya digunakan dalam dunia medis dan golongan 3 adalah yang zat paling rendah untuk digunakan dalam kecanduan. Karakteristik dari ganja adalah memiliki zat kanabinoid yang menimbulkan efek adiksi oleh karena itu ganja dimasukkan kedalam Narkoba.

Ganja bisa digunakan untuk mengatasi kesulitan tidur ?

Penyebab orang mengkonsumsi ganja adalah kandungan dari ganja sendiri yaitu kanabinoid yang juga memiliki efek relaksasi menenangkan. Membantu lebih cepat tidur dan kualitas tidur yang baik.

Perilaku dan ciri khusus pengguna ganja ? bagaimana itu ?

Penggunaan ganja tidak selalu karna coba-coba, ada orang yang menggunakan narkoba karena adanya masalah-masalah psikologis ataupun masalah lain dan peralihan dari rasa sakit mereka adalah narkoba.

Perilaku pengguna ganja yang khas adalah punya energi yang tidak habis, tidak mudah lelah tetapi pada pengguna lain bisa jadi mudah lelah dan mengantuk, jadi efek ganja berbeda-beda tergantung individu dan juga dosis yang digunakan. Secara fisik Kulitnya kusam, tubuh yang kurus karena salah satu efek ganja. Secara kognitif, apabila diajak bicara tidak nyambung tetapi ada juga yang menjadi lebih kreatif, berbicara menggebu-gebu. Secara psikologis, orang-orang pengguna narkoba adanya mood swing jadi mudah marah, adanya kegelisahan, gejala depresi.

Jadi teman-teman narkoba itu tidak baik bagi tubuh kita secara fisik maupun psikologis dan kognitif, alangkah baiknya kita yang mengetahui bahaya terssebut dapat menghindari dan mengedukasikan kepada orang lain. Hidup sehat dan jauh dari narkoba!



KELOMPOK 6 : PSIKOPATOLOGI DEWASA (FILM EVERYONE IS THERE)

Hai guys kembali lagi kita akan mereview bedah film korea yeayyy, tetapi kali ini bukan drama melainkan sebuah movie yang menceritakan tentang seseorang yang memiliki kepribadian ganda. Menarik bukan ? ayo kita review bedah filmnya.....

Sebelum membahas lebih jauh filmnya seperti apa, apakah teman-teman tau DID (dissociative identity disorder) ?

Jadi DID adalah seseorang yang memiliki gangguan kepribadian ganda/majemuk, satu orang bisa berperan dalam berbagai macam peran atau ego alter.

Dalam film tersebut tokoh utama memiliki beberapa kepribadian, mengapa demikian ?

Di dalam film tersebut mengisahkan beberapa peristiwa yang dialami yang berakibat pada pembentukan kepribadian ganda tersebut. Salah satu peristiwa yang membuat tokoh utama mengalami trauma yaitu perceraian kedua orangtuanya. Ketika mengalami trauma terbentukah fiksasi yaitu peristiwa-peristiwa yang mengendap yang ia ingat dan menimbulkan pesan yang kuat dan menghambat dalam pengekspresian. Segala pengalaman tersebut direpress ke alam bawah sadar, hal ini berupa kenangan yang sewaktu-waktu bisa muncul apabila ada peristiwa-peristiwa yang sama. Dalam konsep psikoanalisis trauma menimbulkan fiksasi.

Bullying yang dialami dapat menimbulkan DID ?

Ketika anak mengalami trauma, ketika masa kecil ia berada di posisi yang tidak berani melakukan pemberontakan seperti patuh dan menyerah. Hal tersebut merupakan bentukan ego yang berakibat terhadap sikap yang pasif dan pendiam, tetapi pada saat yang sama ketika ia dalam posisi lemah ada rasa amarah dan kebencian yang diperankan oleh orang lain dalam imajinasinya yang agresif. Peran yang lain yaitu guru sebagai pemecah masalah terhadap konflik yang dialami.

Orang yang sering mendapatkan kekerasan fisik dan trauma dapat memiliki kepribadian ganda ?

Trauma memang menjadi penyebab utama DID, tetapi penyebab trauma tidak selalu menjadikan DID.

Bagaimana ya cara menangani orang yang terkena DID ?

Tidaklah mudah menangani hal tersebut, diambil contoh dari film tersebut saat ia sudah keluar dari DID tetapi saat di airport ia memakai sepatu kembarannya yang artinya sewaktu-waktu hal tersebut masih bisa muncul. Tetapi secara teoretik bisa diubah, tetapi tetap saja tidak mudah karena bisa jadi saat dihadapkan terapis peran yang ditampilkan bisa berubah-ubah.

Sekian review bedah film kelompok 6 ya teman-teman semoga bermanfaat 😊


Sabtu, 09 Januari 2021

REVIEW BEDAH FILM & KASUS TEMA PSIKOPATOLOGI REMAJA

 



KELOMPOK 3 : PSIKOPATOLOGI REMAJA (FILM TO THE BONE)

Hai guys kemarin kita udah review kelompok 1 dan 2 dengan tema psikopatologi anak, sekarang kita anak mereview bedah film  To The Bone dari kelompok 3. Yukk kita bahas....

Film To The Bond adalah film yang menceritakan tentang penderita Anorexia Nervosa yaitu Ellen. Setiap harinya Ellen selalu melakukan kegiatan yang membuat tubuhnya semakin kurus, seperti sit up sebelum tidur.

Anorexia Nervosa adalah salah satu jenis gangguan makan. Gangguan makan adalah kebiasaan makan yang tidak teratur, akibat kekuatiran tentang berat dan bentuk tubuh. Ciri-ciri orang penderita gangguan Anorexia Nervosa yaitu, mereka membatasi jumlah makan, menganggap diri mereka kelebihan berat badan dari makanan yang mereka makan. Jadi mereka berusaha mengurangi asupan makanan dan berpikir itu akan mengurangi berat badan mereka. awalnya sedikit-sedikit hingga tidak makan sama sekali, tentunya akan berdampak pada penurunan berat badan yang sangat ekstrem dan signifikan. Pada intinya Anorexia Nervosa penderitanya akan mengalami gangguan kesehatan. Anorexia Nervosa mempengaruhi siklus mentruasi pada wanita dan membuat masalah pada sistem reproduksi.

Jikalau kita lihat dari cerita didalam film sangatlah kompleks karena adanya permasalah relasi dengan orangtua. Ellen adalah seorang anak yang broken home, memiliki ibu dengan issue psikologis tertentu (seorang lesbian, gangguan bipolar) tetapi tidak dijelaskan seperti apa pola pengasuhannya sejak kecil. Banyak tuntutan yang didapatkannya sebagai seorang anak yang mungkin tidak sepenuhnya bisa ia penuhi.

Kenapa seseorang bisa mengalami gangguan makan ?

1.        faktor genetik, apakah ada anggota keluarga yang juga memiliki riwayat gangguan makan

2.       faktor psikologis, mungkin adanya stress tertentu, persepsi yang salah terhadap body image, pernah mendapatkan perilaku bullying terkait kondisi fisik.

3.       faktor lingkungan, standar kecantikan yang menjadi stigma sosial.

Apa saja dampak dari Anorexia Nervosa ?

secara fisik, sangat kurus tulang-tulang menonjol tidak ada lapisan lemak. Tubuhnya mudah kedinginan. Memiliki jari-jari yang memiliki warna kebiruan, rambut yang tipis dan mudah rontok. Banyak tumbuh bulu halus ditubuhnya.

Terkait dengan dinamika emosi penderita Anorexia Nervosa, mereka adalah orang yang tidak percaya diri, kurang memiliki self confidence. Menjadi orang yang sensitif dan mudah marah.

Anorexia Nervosa sering terjadi pada remaja perempuan , mengapa ?

Ketika individu memasuki masa remaja ditandai masa pubertas, pubertas menjadi penyebab perubahan pada fisik seseorang. Perubahan tersebut kurang diterima oleh remaja perempuan berbeda dengan laki-laki yang menerima perubahan tersebut lebih kearah maskulinitas. Stigma masyarakat mengenai kecantikan juga menjadi penyebab hal tersebut sehingga mempengaruhi persepsi standar kecantikan.

 Apa perbedaan Anorexia Nervosa dengan Bulimia Nervosa ?

Anorexia nervosa adalah perilaku yang mengurangi porsi makan dari sedikit-sedikit hingga tidak makan sama sekali. Tetapi bulimia nervosa adalah perasaan bersalah terhadap makanan yang ia makan, sehingga setelah makan ia akan memuntahkan kembali yang mereka makan sampai berlebih.

Jadi seperti itulah anorexia nervosa teman-teman, alangkah baiknya kita juga mengedukasi siapapun baik saudara maupun teman mengenai hal tersebut. Bahayanya dan dampaknya apa saja, kita boleh melakukan diet asalkan itu juga baik untuk kesehatan kita. Dan mengenai standar kecantikan masyarakat boleh saja kita mengkuti hal tersebut asalkan cantik yang kita dapatkan adalah cantik yang sehat bukan yang menyiksa diri sendiri. Tidak baik untuk membandingkan atau mendiskriminasi fisik, karena setiap kita adalah cantik dan tampan menurut versi diri kita masing-masing. Love your body, love yourself because it’s the most beautiful thing God has ever given you 😊





KELOMPOK 4 : PSIKOPATOLOGI REMAJA (FILM DUA GARIS BIRU)

Pada kali ini kita akan mereview bedah film dua garis biru, film edukasi yang menceritakan tentang kenakalan remaja. Dalam film tersebut diceritakan kenakalan remaja yang dilakukan oleh dua remaja yaitu sex bebas hingga hamil diluar nikah. Film tersebut baik untuk edukasi remaja karena berisikan penyebab, dan juga penyelesaian yang baik.

Jikalau dilihat dari konsep kenakalan remaja film tersebut sangatlah menggambarkan bagimana kehidupan remaja yang sebenarnya, dimana remaja adalah masa mencari jati diri. Masa remaja merupakan masa dimana akan memberikan berbagai kesan baik yang indah maupun yang kurang menyenangkan tetapi sebagai pembelajaran di masa depan. Di dalam film “Dua Garis Biru” tidak hanya berbicara mengenai kenakalan remaja tetapi juga berbicara mengenai elborasi dalam keluarga, bagaimana peran keluarga dalam menyelesaikan permasalahan kenakalan remaja.

Kenapa remja banyak melakukan seks bebas ?

Karena adanya hasrat seksual yang tinggi, sekalipun mereka memahami apa dampak dari seks bebas tetapi mereka tidak dapat menahan hasrat seksual didukung juga dengan situasi.

Kenapa gaya pacaran remaja jaman sekarang sangat ekstrem ?

Gaya pacaran remaja saat ini sangatlah berbeda dengan pacaran jaman dulu, apabila jaman dulu berpegangan tangan sangatlah mendebarkan jaman sekarang bahkan hubungan suami-istri menjadi hal yang biasa. Mengapa demikian ? karena remaja saat ini terpengaruh oleh budaya barat dimana sebagian besar remaja terbiasa berpacaran dengan gaya seperti itu, tetapi ingatlah itu bukan budaya kita. Budaya Timur lebih menekankan kepada etika dan kesopanan, jadi gaya pacaran yang tidak baik seperti itu lebih baik dihindari.

Seperti itulah teman-teman, kita selain harus menjaga diri kita juga harus mengedukasikan kepada adik-adik kita supaya tau dampaknya dan menghindari hal tersebut. 












Kamis, 07 Januari 2021

REVIEW BEDAH FILM & KASUS TEMA PSIKOPATOLOGI ANAK


KELOMPOK  1 : PSIKOPATOLOGI ANAK  (FILM SILENCED)

Pada kesempatan kali ini kita akan mereview mengenai bedah film yang dilakukan oleh kelompok 1 yaitu film silenced film yang menceritakan tentang pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur yang notabenya adalah anak tuna rungu disebuah sekolah yang juga memiliki asrama, pelecehan tersebut dilakukan oleh 3 orang yaitu, kepala sekolah, kepala administrasi dan salah satu guru laki-laki. Anak-anak yang menjadi korban pelecehan seksual tersebut adalah anak-anak yang bisa dikatakan kurang berada sehingga mereka (pelaku) memperlakukan anak-anak tersebut dengan semena-mena. Tidak hanya perempuan rupanya yang menjadi korban pelecehan seksual, tetapi juga laki-laki, di film tersebut diceritakan salah satu korban yang bernama Minsoo dan adiknya mereka adalah anak tuna rungu yang berjenis kelamin laki-laki dan mendapatkan pelecehan seksual dari guru laki-lakinya, sampai ketika adik dari Minsoo tersebut tidak dapat menahan rasa sakit akibat dari pelecehan tersebut dan memutuskan untuk bunuh diri di rel kereta api, tentu saja hal itu sangat memilukan bagi Minsoo. Lain halnya dengan dua korban yang lain, yaitu dua anak perempuan Yeondoo dan Yoori. Mereka mendapat pelecehan seksual dari kepala sekolah dan kepala administrasi, dan parahnya Yoori mendapatkan pelecehan dari kelas 3 SD.

Dari kasus dalam film tersebut kita dapat mengetahui bahwa pelecehan seksual tidak hanya hanya terjadi pada orang dewasa saja dan perempuan, tetapi dapat terjadi pada anak-anak dan juga laki-laki. Tidak hanya di korea, tetapi di negara manapun pasti hal tersebut marak terjadi dan sangat memilukan apalagi terjadi pada anak-anak dibawah umur. Dari film tersebut dapat kita lihat bahwa korban pelecehan seksual memiliki perilaku yang berbeda dari teman-teman yang lain seperti menarik diri dari orang sekitar, selalu murung, pendiam dan susah didekati oleh orang baru. Hal-hal tersebut merupakan dampak psikologis dari korban pelecehan seksual. Pelecehan seksual bisa berdampak pada psikologis dan fisik. Dampak fisik yaitu adanya kesakitan-kesakitan dibagian-bagian tertentu terutama bagian reproduksi. Untuk mencegah pelecehan seksual pada anak-anak baik bagi penyandang disabilitas dan tidak kita harus mengedukasikan dengan baik, bagian mana saja tubuh ini yang boleh dipegang dan tidak, bagiamana cara melindungi dirinya, bagaimana bisa bertahan saat ada orang-orang yang akan berperilaku jahat terhadap dirinya. Bagi orang yang bekerja di sektor pendidikan untuk lebih diperhatikan terutama kepada anak-anak supaya selalu dalam pengawasan. Bagi para orang tua sebaiknya memberikan edukasi dan tidak lupa untuk selalu anak dalam pengawasan. Sekian review bedah film silenced ini,semoga untuk kedepannya tidak ada lagi korban-korban pelecehan seksual baik anak-anak maupun ornag dewasa dan jangan lupa untuk selalu mengedukasikan dan memberikan pengawasan kepada adik-adik kita supaya tidak terjadi hal yang buruk. Terimakasih.....


KELOMPOK 2 : PSIKOPATOLOGI ANAK (CORONA DAN DILEMA GURU MENGAJAR SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS)

Pembelajaran jarak jauh sulit dilakukan untuk anak berkebutuhan khusus maupun yang tidak berkebutuhan khusus. Kesulitan untuk pengajaran abk adalah guru harus memberikan instruksi secara berulang-ulang dan tidak bisa bertemu secara langsung, ada juga kendala saat proses belajar mengajar yaitu anak tidak fokus melihat guru lewat media elektronik, anak sulit mengikuti instruksi dari guru, jaringan juga sering terputus-putus.

Pembelajaran yang sering diberikan saat daring adalah membenah diri seperti mempraktikan makan, memakai pakaian, dsb. Pembelajaran akademik tidak ditekankan karena terkait dengan kebutuhan khusus anak-anak dan pembelajaran sosial tidak bisa dilakukan karena anak-anak tidak bisa bertemu teman-teman secara langsung.

Untuk anak Autis yang agak parah lebih ditekankan ke non akademik seperti mewarnai, berhitung satu sampai sepuluh sudah cukup baik. Peran orangtua atau pendampingan orangtua sangat dibutuhkan dalam pembelajaran jarak jauh supaya anak dapat lebih fokus dan bisa mengarahkan instruksi dari guru.

Sistem pembelajaran untuk anak autis saat normal atau sebelum daring yaitu face to face, guru mendampingi satu sampai dua anak tetapi jika anak tersebut memiliki kebutuhan yang lebih dikhususkan guru hanya mendampingi satu anak saja. Untuk ujia-ujian seperti uts, uas, ujian nasional disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak masing-masing. Cara menarik perhatian anak Autis supaya fokus yaitu guru harus mengetahui atau mengenali momen atau saat dimana anak tersebut benar-benar konsentrasi. Sekian review untuk bedah kasus kelompok 2, terimakasih....


Minggu, 08 November 2020

PARADIGMA PSIKOPATOLOGI BERDASARKAN PSIKODINAMIKA

 

ANAMNESIS & DIAGNOSIS MULTIAKSIAL



 

 

Hai teman-teman, mari kita bahas mengenai Paradigma Psikopatologi berdasarkan Psikodinamika.

Paradigma dalam kamus psikologi adalah satu model atau pola yang mendemonstrasikan semua fungsi yang mungkin ada dari apa yang tersaji. 

psikopatologi adalah ilmu bidang psikologi yang mempelajari penyakit mental, tekanan mental dan perilaku maladaptif. 

sedangkan psikodinamika adalah teori yang berusaha menjelaskan hakikat dan perkembangan kepribadian

Anamnesis adalah komunikasi aktif antara klien dengan psikolog atau dokter yang meliputi :

1.   Alasan berobat

2.   Riwayat gangguan sekarang

3.   Riwayat gangguan dahulu

4.   Riwayat pengembangan diri

5.   Latar belakang sosial, keluarga, pendidikan, pekerjaan, perkawinan, dll.

Diagnosis multiaksial terdiri dari 5 aksis yaitu :

Aksis I : gangguan klien, kondisi lain yang menjadikan fokus perhatian klinis.

Aksis II : gangguan kepribadian, retardasi mental

Aksis III : kondisi medik umum

Aksis IV : masalah psikososial dan lingkungan

Aksis V : penilaian fungsi secara global

Dengan catatan sebagai berikut :

Þ    Antara aksis I, II, III tidak selalu harus ada hubungan etiologik atau patogenesis.

Þ    Hubungan antara “aksis I-II-III” dan “aksis IV” dapat timbal-balik saling mempengaruhi.

Tujuan dari diagnosis multiaksial :

1.   Mencakup informasi yang “komprehensif” (gangguan jiwa, kondisi medik umum, masalah psikososial dan lingkungan, taraf fungsi secara global), sehingga dapat membantu dalam :

              Perencenaan terapi

              Meramalkan “outcome” atau prognosis

 

2.   Format yang “mudah” dan “sistematik”, sehingga dapat membantu dalam :

              Menata dan meng-komunikasi-kan informasi klinis

              Menangkap kompleksitas situasi klinis

              Menggambarkan heterogenitas individual dengan diagnosis klinis yang sama

3.   Memacu penggunaan “model bio-psiko-sosial” dalam klinis, pendidikan, dan penelitian.

 

Referensi : Buku saku diagnosis gangguan jiwa rujukan ringkas dari PPDGJ-III DSM-5 ICD-11.

https://www.youtube.com/watch?v=EaVntzfrXZI 

Referensi gambar : https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fmajalahpendidikan.com%2Fanamnesisanamnesa-pengertian-tujuan-cara-dan-persiapan%2F&psig=AOvVaw1Pqop_8w7-GbU3z7pQd4-Y&ust=1604933326388000&source=images&cd=vfe&ved=0CAIQjRxqFwoTCKj8lN6Y8-wCFQAAAAAdAAAAABAD

Rabu, 04 November 2020

TEORI PSIKOLOGI KESEHATAN & PATOLOGI

 

TEORI PSIKOLOGI KESEHATAN & PATOLOGI




Halo semuanya, kembali lagi kepada review materi psikologi klinis. Kali ini kita akan belajar mengenai apa itu psikologi kesehatan dan patologi.

Dasar dari pemikiran psikologi kesehatan adalah adanya hubungan antara pikiran manusia (mind) dan tubuhnya. Latar belakang sejarah  dari psikologi klinis sendiri sudah dikenal dengan nama Medical Psychology, dan sekarang selalu dikaitkan dengan Behavioral Medicine.

Dalam teori psikologi kesehatan dan patologi kita akan belajar :

1.    Definisi

2.    Psikosomatik dan psikologi kesehatan

3.    Hubungan antara pikiran dan perilaku

4.    Kepribadian, perilaku dan kesehatan

5.    Intervensi dan pencegahan dalam perspektif psikologi kesehatan


Ayo, mari kita bahas satu persatu....

Yang pertama yaitu definisi, menurut Matarazzo (dalam Phares,1992) definisi Behavioral Medicine adalah suatu lapangan multidisplin penelitian ilmiah, pendidikan, dan praktik, yang berkaitan dengan kesehatan penyakit dan disfungsi faali yang terkait. Psikologi kesehatan memberikan sumbangan pada peningkatan promosi kesehatan, dan pencegahan serta penyembuhan penyakit. Dari definisi tersebut dapat kita simpulkan bahwa psikologi kesehatan berfokus kepada hal-hal berkaitan yang berkaitan kepada kesehatan penyakit dan peningkatan kesadaran bahwa kesehatan sangatlah penting baik secara fisik maupun mental.

Setelah membahas definisi kita akan membahas psikomatik dan psikologi kesehatan. Psikosomatis adalah bidang yang membahas hubungan antara pikiran (mind) dan perilaku. Menurut pendekatan psikosomatis, gangguan psikologis yang spesifik akan menimbulkan penyakit yang spesifik pula. Contohnya, gangguan emosi seperti menekan rasa sedih dan keinginan menangis, dapat muncul sebagai gejala asma. Contoh lain seperti kemarahan yang tertahan muncul dalam tekanan darah tinggi. Dalam pendekatan Behavioral Medicine dan psikologi kesehatan, tidak saja keadaan psikologi spesifik yang mempengaruhi tubuh dan penyakit, namun semua fungsi psikososial, misalnya kebiasaan makan yang kurang baik, merokok, gaya hidup stress. Jadi dapat disimpulkan bahwa kesehatan mental dapat berpengaruh pula kepada kesehatan fisik, dan gangguan psikologis yang spesifik tidak hanya berpengaruh kepada penyakit yang spesifik tetapi dapat berpengaruh kepada semua fungsi psikososial.

Yuk pindah ke pembahasan yang ketiga mengenai hubungan antara pikiran dan perilaku. Hubungan antara pikiran, perilaku dan penyakit ada yang secara langsung dan tidak langsung. Contohnya hubungan secara langsung ialah pikiran tentang suatu stimulus psikososial dapat mencetuskan suatu respons psikofisiologis yaitu memikirkan kejadian traumatik yang menyebabkan jantung berdebar, terlalu stress mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Contoh hubungan tak langsung antara lain kebiasaan dan gaya hidup seseorang seperti contoh tersebut diatas. Jadi antara yang kita pikirkan akan menimbulkan perilaku tertentu yang dapat menyebabkan penyakit baik secara lansung maupun tidak langsung.

Pembahasan yang keempat adalah kepribadian, perilaku dan kesehatan. Selain hubungan langsung dan tak langsung, terdapat pula kaitan antara faktor-faktor kepribadian dengan penyakit dan perilaku tak sehat. Kadang kepribadian merupakan akibat dari suatu penyakit. Contohnya, seorang yang selalu menunda pekerjaan sehingga akhirnya harus selalu begadang. Variabel biologi kepribadian, seperti tempramen juga menentukan perilaku, dan dapat secara langsung berdampak pada sistem faali. Misalnya, tempramen pemarah mempengaruhi fungsi jantung. Dari penjelasan diatas kita dapat mengetahui bahwa tidak ada perilaku atau gaya hidup saja yang dapat mempengaruhi kesehatan seseorang tapi kepribadian juga dapat menjadi pengaruh suatu penyakit.

Nah sekarang saatnya kita akan membahas intervensi dan pencegahan dalam perspektif psikologi kesehatan. Pengertian intervensi sendiri secara umum adalah upaya untuk mengubah perilaku, pikiran atau perasaan seseorang. untuk keperluan pencegahan dan promosi kesehatan perlu dilakukan teknik-teknik diantara lain : kondisioning responden, extinction, relaksasi, kondisioning operan, biofeedback, strategi kognitif, metode pengelolaan diri (self management). Dalam pencegahan dapat dilakukan upaya mengurangi perilaku yang mengandung risiko menimbulkan penyakit dan upaya mengikuti dan mempertahankan perawatan dan pengobatan agar penyakit tidak kambuh atau menjadi makin parah, merupakan tujuan dari kegiatan pencegahan. Contohnya, makan makanan sehat seperti 4 sehat 5 sempurna, latihan fisik seperti olahraga, mengurangi stres seperti rekreasi, liburan. Oleh karena itu, kita harus selalu menyuarakan pentingnya kesehatan baik secara fisik dan mental dan juga kita harus melakukan berbagai kegiatan untuk mempertahankan kesehatan fisik dan mental.

 

 

Sekian review materi hari ini, kiranya dapat bermanfaat dan membantu, terimakasih 😊

 

Referensi :

Suprapti Slamet I.S. Sumarmo Markam.2003.Pengantar Psikologi Klinis. Jakarta : UI-Press.

Referensi gambar : https://alogaes.com/wp-content/uploads/2020/04/mental.jpg 

 

 

 

REVIEW BEDAH FILM & KASUS TEMA PSIKOPATOLOGI LANSIA

  KELOMPOK 7 : PSIKOPATOLOGI LANSIA (DEMENSIA VESKULAR) Hai guys kali ini kita akan bahas tema terkahir nih, yaitu psikopatologi lansia. P...